Berita Bola

Dani Alves Keluhkan Sikap Pendukung Brasil

Copa America 2019

Sepak terjang tim nasional Brasil di Copa America 2019 kurang mendapat simpati dari para pendukungnya. Hal ini terlihat dari respon mereka saat melihat tim kesayangannya bertandinga. Sikap para penggemar Selecao ini dikeluhkan oleh kapten timnas Brasil, Dani Alves.

Keluhan mantan bek Barcelona itu mengacu pada pertandingan pertama Copa America yang mereka lakoni di Estadio do Morumbi. Ia menilai Brasil kurang mendapat dukungan dari para penggemarnya. Bek berusia 36 tahun itu pun mensinyalir sebab minimnya dukungan tersebut yakni terkait dukungan penggemar Sao Paolo yang enggan memberikan dukungan kepada para pemain dari klub lain.

“Di Estadio do Morumbi kami tidak merasa seperti kami bermain di kandang. Anda dapat melihat persaingan antarklub. Orang tidak memisahkannya dari tim nasional. Itu membuat perbedaan karena kami tidak merasa seperti di rumah,” beber Alves.

Tidak hanya minim dukungan, di laga tersebut para pemain Brasil juga mendapat cemoohan dari para pendukungnya. Alves sendiri tak bisa memastikan sebab dibalik reaksi para pendukung tersebut.

“Saya tak tahu apa ini karena soal harga tiket atau apa. Ketika kami bermain di sini ada energi yang berbeda,” tegas Alves.

Alves mengatakan situasi seperti ini susah dipahami. Para pendukung masih terkotak-kotak dalam klub-klub. Meski begitu ia tak mau ambil pusing dengan hal tersebut. Yang terpenting bagi mereka adalah menampilkan permainan terbaik.

“Hal seperti ini normal terjadi di Sao Paolo. Banyak fans klub-klub, jadi rumit bermain di sini. Tapi, kami menunjukkan punya karakter,” sambung Alves.

Lebih lanjut ia mengatakan situasi bakal berbeda di laga-laga selanjutnya. Di laga selanjutnya misalnya mereka akan tampil di Bahia. Ia yakin situasi akan berbeda dan para pendukung akan sepenuhnya mendukung mereka.

“Ada momen ketika Tite berteriak dan kami tak bisa mendengarnya. Rasanya akan berbeda di Bahia. Orang-orang merindukan Timnas Brasil. Tentu saja, akan lebih berbeda di sana,” pungkasnya.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari pelatih Brasil, Tite. Sang pelatih tersebut mengakui dirinya merasakan bentuk dukungan kurang mengenakkan tersebut.

“Kami merasakannya. Para pemain muda merasakannya. Pelatih merasakannya,” tandas Tite.

Lebih lanjut Tite mengatakan situasi seperti ini bukan hal baru dalam jagad sepak bola. Baik di level timnas maupun klub hal tersebut kerap terjadi.

“Saat berada di klub besar, ketika kadang kala Anda tak impresif, maka pemainnya tak berharap fans akan mengerti. Mereka akan dicemooh. Ketika Anda mengumpan bola kembali ke belakang, dari full back ke bek tengah, kemudian kiper, hal pertama yang Anda dengar adalah cemoohan,” sambungnya.

Comment here