Berita Bola

Zinedine Zidane Yang Menghitung Waktunya Bersama Real Madrid

Real Madrid

Zinedine Zidane tengah mengalami masalah rumit bersama Real Madrid. Mereka memang lolos di babak 16 besar Liga Champions, namun kini mereka ada di posisi ke 4 klasemen sementara La Liga serta ketinggalan sangat jauh ari Barcelona yang duduk manis di pucuk klasemen.

Presiden Madrid, Florentino Perez tentunya begitu menginginkan kejayaan didalam waktu dekat ini. bila terpeleset lagi, Zidane bakal diantara lewat pintu keluar serta Perez bakal memulau era baru dengan pelatih yang penuh dengan prospek. Tapi bagaimana Zidane? Apa selauruh dunia sebetulnya mengetahui kemampuan Zidane?

Zinedine Zidane

Hanya dalam kurun waktu 2 mussim semenjak menggeser posisi Rafel Benitez, Zidane sukses menambah 2 kali lipat raihan trofi di Santiago Bernabeu. Eropa sudah dia taklukkan 2 tahun beruntun, akhirnya gelar domestik dia raih serta Piala Dunia Antar Klub pun sudah dia bawa pulang ke Spanyol.

Mungkin saja Zidane bertanya-tanya, apa jika dia betul-betul pergi di musim panas nanti, apakah ada tim besar yang menginginkannya? Memang tidak ada yang tahu apan sebetulnya masa-masa suram Madrid berakhir serta efek Zidane dimulai.

Memang tak baik mengabaikan peran pelatih atau manager dari keberhasilan sebuah klub, namun kemudian menagih tanggung jawab dari kegagalan mereka. Tapi, dari situasi Madrid saat ini, Zidane jadi pusat perhatian banyak publik.

Dalam hal reputasi, pekerjaan sebagai pelatih Real Madrid pastinya akan menggiurkan untuk siapapun yang didekati oleh Perez. Lebih singkatnya, ini adalah pekerjaan impian untuk setiap pelatih.

Besaran gaji yang sangat besar, peluang untuk bekerja bersama para pemain bintang, dan yang paling penting mungkin kesempatan untuk memenangi gelar di Eropa.

Tapi dari sudut pandang lainnya, para manager genius seperti Sir Alex Ferguson, Pep Guardiola, hingga Johan Cruyff, tawaran tersebut bisa daja menipu. Madrid sselalu dikelilingi dengan budaya yang kaku serta ada dibawa pengawasan para petinggi kepentingan yang tidak memiliki rasa sabar. Dari perspektif tertentu, jabatan pelatih Real Madrid merupakan salah satu pekerjaan yang paling buruk di dunia.

Kini, Mauricio Pochettino merupakan calon terkuat untuk menggeser posisi Zidane. Bila terpilih, rasaya Pochettino bakal mengkonfirmasi hal tersebut. Bila dilihat aepintas, menjadi pelatih Real Madrid akan mendapat kesempatan menuangkan bakatnya dii panggung Eropa.

Melatih Madrid juga boleh dibilang cuti panjang menguntungkan. Saat datang seorang manager yang lebih baru serta menarik perhatian si Presiden tim tersebut manager sekarang tak akan lagi dipekerjakan serta berhak mendapat biaya kompensasi.

Persepsi pekerjaan menjadi sebagai manager Madrid memang tergantung kepada individu masing-masing. Tapi, untuk mereka yang datang untuk betul-beetul membawa perubahan, peluang untuk dikenang sangat kecil. Mereka akan menghadapi tekanan yang datang silih berganti dari berbagai pemilik klub.

Comment here