Berita Bola

Awan Hitam Masih Menaungi Real Madrid

Real Madrid

Gerbang krisis kian mendekat. Mereka berdiri di tempat tersebut, dirundung kegelisahan. Real Madrid, hasil minor, kemudian disusul memburuknya performa. Sampai paruh musim ini Madrid sudah berjarak 16 poin dari pemuncak klasemen yang diduduki Barcelona. Awan hitam itu semakin membesar, menyeret Real Madrid kedalamnya.

2 tahun terahir menjadi milik mereka, khususnya saat kita membahas turnamen Eropa. Menjadi tim pertama yang mampu memecahkan rekor juara Liga Champions 2 kali beruntun, skuat mereka dinilai paling kuat dalam 10 tahun terakhir.

Suasani ‘surgawi’ dari skuat Madrid hanya terjadi saat semua pemain, kemudian ditambah penampilan pelatih, ada pada level tertinggi. Tapi nyatanya, tidak ada yang abadi dalam sepakbola. Seperti 2 sisi koin, atau seperti cuaca yang silih berganti datangnya.

Diatas kertas, Madrid merupakan klub terbaik. Tapi diatas lapangan, mereka tidak berbeda dengan semua kesebelasan di dunia ini. manusia yang bermain bersahabat karib dengan kesalahan. Serta di sepakbola, penurunan penampilan tak dapat dihindari. Situasinya semakin runyam saat karib penurunan penampilan datang menyapa, yakni cedera.

Dimulai saat Dani Carvajal absen cukup panjang lantaran cedera. Mulai dari cedera hamstring, sampai permasalahan di jantungnya. Selepas Carvajal, ada Marcelo dan Varane. Saat anggota skuat inti tidak bermain, para pemain pelapis belum dapat menunjukkan level penampilan yang di ekspetasikan.

Masalah yang serupa terjadi pada 2 lini lainnya, depan dan tengah. Mateo Kovacic khususnya, yang jarang mendapat jatah bermain, kesulitan untuk menggapai level terbaiknya kembali seperti saat membela Inter Milan. Dani Ceballos? Juga tidak mendapat kepercayaan seperti yang di harapkan.

Pada musim lalu, saat Los Blancos nyaris tidak terbendung, pelatih Zinedine Zidane dapat melakukan rotasi semaunya. Kebijakan yang jadi kunci kuatnya skuat Madrid di ajang Liga Champions.

Di musim lalu, saat berlaga dia Copa de Rey atau la Liga, Zidane dapat mengistirahatkan hingga 9 pemain inti serta mempercayakannya kepada James Rodriguez, Alvaro Motara, Pepe, hingga Danilo. Beberapa pemain hebat yang keluar diawal musim ini.

Pemain-pemain yang keluar itu, didukung para pemain muda yang langsung melesat saat mendapat kepercayaan. Kita sedang membahas Marco Asensio Dan Isco Alaron. Saat Bale mengalami cedera, Isco jadi pengganti yang tidak hanya ‘sepadan’, tapi dapat memberikan dimensi berbeda. Asensio, kehadirannya tidak terduga, tidak terbaca oleh lawan.

Saat penampilan pemain pelapis itu semakin menurun, Madrid tidak memiliki sousi. Wajib menjadi catatan, Madrid tidak memiliki pengganti yang kapasitasnya sepadan dengan Benzema, Bale, dan Ronaldo.

Jarak 16 angka dari rival abadi merupakan alarm yang nyaring bunyinya. Bila respons terbaik tidak dapat diperlihatkan Zidane, awan hitam tersebut akan menelan semuanya. Menjebak Real Madrid kedalam dimensi krisis.

Comment here